My Trading Diary | Forex Paling baik

Apakah kamu lebih suka melupakan kekeliruan dan condong hindari untuk menuturkannya? Well, itu wajar sih. Tetapi bila dalam trading, kamu baiknya malah sebisa mungkin saja mengingat-ingat kekeliruan-kesalahan yang sempat kamu kerjakan untuk sebisa mungkin saja menghindarinya berjalan lagi. Atau, apakah kamu sukai mengingat dan mengabadikan keberhasilan yang sempat kamu raih? Mm… sebenernya itu juga wajar sih… sumber bukanlah untuk sebatas pamer plus menyombongkan diri.


Saya sendiri malah kerap meng-capture chart, malah di saat-saat " gawat " misalnyanya mendekati MC. Mentor saya terlebih merekam jam-jam mendekati MC-nya dan meng up-load chartnya di website (blog). Terang bukanlah pamer, cuma punya maksudkan sharing, supaya kawan-kawan trader yang lain bisa mengambil pelajaran dari " kekeliruan " itu.

Yakin Diri Mempublikasikan Trading Diary
Yah, saya sendiri sih belum begitu terlambaten dan yakin diri untuk meng-upload seluruhnya rekaman trading saya. Cuma saja, saya senantiasa berupaya bikin catatan aktivitas trading saya. Umumnya saya mencatat posisi yang saya ambillah, TP dan SL dan perolehan pips-nya. Terkadang diusung dengan capture chartnya, terlebih apabila saya mengambil posisi yang rada aneh alias nekad. Dengan mempunyai catatan posisi, hasil trading dibarengi pemicunya, terlebih apabila ada posisi yang nyeleneh baik keuntungannya atopun lossnya, kami bisa mengambil pelajaran dari keberhasilan ataupun kekeliruan itu.

Bentuk-Bentuk Trading Diary 
Seseorang kawan trader terlebih terlambaten bikin print out chart di beragam time frame tiap-tiap minggunya. Dirinya bilang… buat contekan klo satu waktu ketemu candle yang " susah ". Mmm.. saya sehingga ingin tahu, candle yang menurutnya susah tuh yang kek bagaimana sih tidak lebih lebih yah? Terbuktilah, history senantiasa berulang, tergolong juga dalam forex.

Oleh sebab itu, saya benar-benar merekomendasikan kamu untuk bikin catatan-catatan posisi dan keadaan waktu posisi itu di ambil untuk bisa pelajari dan mengerti apa dan bagaimanakah market bereaksi di beragam keadaan. Apabila kamu males untuk mencatat sendiri transaksi yang kamu kerjakan, kamu bisa print catatan transaksi yang ada di trading basis dan memberbagi catatan yang di rasa butuh. Kekeliruan kadang-kadang terbuktilah menyakitkan untuk diingat-ingat. Tetapi malah baiknya kami tidak berupaya melupakan kekeliruan itu. Ingatlah kekeliruan dan ambil pelajaran darinya. Kami tidak ingin ingin mengulangi (lagi) kekeliruan yang sama yang sempat kami kerjakan. Kekeliruan ke-2 umumnya akibatnya lebih menyakitkan loh.

Trading Diary Juga selaku Pengingat 
Yakin deh… saya ketahui persis terasa. Ingat juga keberhasilan, tetapi bukanlah untuk di pamerkan alias diarogankan. Apabila untuk sebatas keep the spirit alive.. it’s ok! Kadang-kadang terbuktilah ada waktu kami membutuhkan suntikan semangat terlebih setelah alami posisi yang loss berurutan. Mengingat rekor trading yang sempat kami raih terkadang juga cukup mengnasibkan semangat loh. Kami akan memikirkan, bila dahulu bisa, mengapa sekarang tidak? Kami bisa juga mengingat-ingat keadaan market waktu kami mencatat rekor perolehan keuntungan untuk diulangi lagi bila keadaan market yang sama satu waktu berjalan lagi. So, mari kami buat jurnal trading kita.

Awalilah mencatat transaksi yang kami kerjakan dan hasil dan latar belakang keadaannya. Terkadang asik juga sebatas membuka-buka catatan semacam itu. Kami sehingga teringat juga keadaan emosional yang kami rasakan waktu itu. Misalnyanya nih, My trading diary Jum’at, 6 Mei 2011, waktu ada launching laporan NFP. Say salah gunakan pending order, tidak pakai SL. Akhirnya, keuntungan 50 pips tetapi loss 100 pips. Seusai itu, besoknya kesiangan masuk kuliah juga.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url