Too Much Theory Will Kill You | Forex Paling baik

Saya (terlampau) kerap dipameri trading sistem, beragam macem indikator, tergolong juga custom indicator yang diklaim " paling mantabs deh pokoknya ". Awalannya sih saya senantiasa mau tau dan coba mengerti segalam macem trading sistem maupun indikator yang disebut mantabs itu. Tetapi, lama-lama… wah.. kok enek juga yaa. Lagian, kelamaan coba mengerti beragam tipe indikator, alias terlebih coba mengutak-atik untuk buat custom indicator sendiri, lama-lama saya pikir terlebih lumayan ngabisin saat juga deh.


Dari belajar beragam indikator dan coba beragam trading sistem, pada akhirnya terlebih saya balik lagi pakai naked chart dengan kata lain candlestick doang. Lah, apabila dipikir-pikir, kok penampilan chart saya terlebih sama juga dengan di bln. pertama saya kenal trading yaa? Trus, apa akhirnya dunks bersulit payah, terkadang hingga dibela-belain lembur hingga awal hari buat belajar beragam tipe indikator? Apabila ingin membela diri sih, saya akan jawab " ya tentu ada bedanya lah apabila dahulu tak pakai indikator lantaran tak memahami, sekarang tak pakai indikator lantaran dah enek. Sehingga baiknya bagaimana nih? Apa sekalian tidak usah memahami satupun indikator?

Wehh, ya jangan hingga, kelak kami dituduh trading berdasar pada untung-untungan dengan kata lain judi. Memahami sebagian indikator menurut saya semakin perlu. Setidak lebih-tidak lebihnya tak kuper-kuper sangat kan klo diajakin bercakap sesama trader. Belajar dari pengalaman saya itu, apabila dapat saya hanya menyarankan buat kawan-kawan yang tetap juga dalam step belajar trading, baiknya tak usahlah terlampau terpancang untuk coba mengerti terlampau tak sedikit indikator. Lumayan mengerti satu alias dua indikator (atau satu ramuan indikator), tetapi upayakan kamu memahami benar tingkah laku indikator itu. Ketahui bener-bener perilakunya, kapan dirinya ngasih tanda yang jelas benderang, kapan dirinya ngasih false signal. Yah, dari pada tau buanyak indikator tetapi tak memahami perilakunya, kelak terlebih tak sedikit kejebak false signal mulu.

Coba-coba bermacam tipe trading sistem? Boleh-boleh saja sih, tetapi ingat, baiknya janganlah terlampau asik ganti-ganti trading sistem. Apabila dah ketemu trading sistem alias sebatas indikator yang dirasa tepat… iya telahlah, mending pakai saja dahulu. Belajar teori perihal trading, tergolong juga macem-macem indikator terang perlu. Tetapi saya anjurkan tidak usah terlampau tak sedikit nguplek di teori doang deh. Lantas bagaimana langkah belajar trading yang lebih tepat? Menurut saya, ramuan belajar trading yang tepat merupakan : " baca, tekuni, perbuat, rasakan dan tepatkan ". Terlampau tak sedikit baca teori tanpa ada praktik hanya buat enek doang.

Segera nyemplung praktik dengan kata lain trading dengan basic nekad tanpa ada belajar teori juga buat kami condong sehingga gambler. Dari sebagian kawan trader yang saya kenal, saya lihat ada kecenderungan, kawan trader yang terlampau hoby ngoprek indikator alias EA umumnya terbuktilah trading cuma untuk hoby. Deposit di broker, umumnya tak akan tak sedikit-tidak sedikit. Sehingga klo dijadiin eksperimen dan berakhir dengan MC juga tak akan terlampau nyesel, paling-paling nyengir doang.

Mereka tak sedikit menggunakan saat bukan sekedar untuk trading, tetapi juga untuk eksperimen beragam custom indicator, EA ataupun trading sistem. Nah, lain dengan kawan trader yang trading dengan investasi/deposit dalam jumlah yang lumayan besar. Mereka umumnya tak terlampau tak sedikit bereksperimen dengan macem-macem trading sistem. Apabila sudah pas dengan satu langkah/sistem/indikator, mereka akan condong menggunakan langkah/sistem/indikator itu.

Mereka menggunakan saat cuma untuk trading " beneran ", bukan hanya eksperimen sistem. Saya bukannya katakan apabila bikin custom indicator/EA alias coba beragam trading sistem itu faktor yang tak perlu. Apabila terbuktilah sudah hoby, meski mengorbankan tak sedikit saat dan tenaga juga tak kerasa pengorbanannya sih. Cuma saja, untuk kamu yang trading dengan niatan untuk investasi, mending tidak usah terlampau tak sedikit bergelut dengan teori maupun terlampau repot buat custom indicator alias EA sendiri deh.

Saya sehingga inget, saat saya katakan apabila saya ingin belajar buat custom indicator dan EA, mentor saya katakan, " buat apa? " Rutin jelas awalannya saya rada tersinggung. Saya pikir, " wah.. underestimate banged nih! " Tetapi setelah saya pikir-pikir, mm, benar juga sih, mending pakai saja indikator yang ada. Lah, apabila terlampau saat yang saya bakalan perlukan buat belajar buat custom indicator dan EA, kelak kapan tradingnya?
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url